www.portalkabar.id – Puteri Indonesia 2025, Firsta Yufi Amarta Putri, yang sering disapa Fia, baru-baru ini berbagi pengalaman berharga serta mengampanyekan kesehatan mental di acara talkshow “Remaja Sehati” yang berlangsung di Banyuwangi. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61, dihadiri oleh sekitar lima ratus pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat.
Dalam kesempatan ini, Fia tidak hanya berbagi kisah hidupnya yang penuh tantangan, tetapi juga menginspirasi para remaja dengan program advokasi yang ia rintis, yang diberi nama “First Step Forward.” Program ini ditujukan untuk membantu perempuan remaja yang kehilangan orang tua agar tidak merasa kehilangan arah dalam hidupnya.
Fia mengungkapkan bahwa pengalaman pribadinya menghadapi kehilangan telah membentuk dirinya menjadi sosok yang lebih kuat. “Saya mengalami masa-masa sulit, di mana saya merasa stres dan down. Namun, saya berusaha untuk bangkit dan tidak menyerah,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dalam program “First Step Forward,” Fia menciptakan ruang bagi para remaja perempuan untuk berbagi pengalaman, mengembangkan minat bakat, serta mendapatkan layanan terapi psikologis. Ia berharap para perempuan muda ini bisa menemukan kekuatan dalam diri mereka dan tidak menyerah pada keadaan yang sulit.
“Harapan saya adalah agar para remaja di Banyuwangi menjadi lebih sadar akan pentingnya kesehatan mental, kesehatan reproduksi, serta kesehatan orang lain,” tambah Fia. Sebagai Sarjana Psikologi dari Universitas Brawijaya, ia ingin menyampaikan bahwa kesehatan mental memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.
Perjalanan Berbagi dan Kesadaran Kesehatan Mental di Banyuwangi
Dalam momen pulang kampung ini, Fia memanfaatkan kesempatan untuk menjangkau lebih banyak orang. Setelah sesi talkshow, ia melanjutkan kunjungannya ke Sekolah Rakyat di Licin, Banyuwangi. Di sana, ia disambut dengan hangat oleh ratusan siswa yang tinggal di asrama tersebut.
Fia kembali menggugah semangat para siswa dengan kisah inspiratifnya. Dengan penuh perhatian, ia berbagi cerita dan motivasi, berharap para siswa bisa menemukan inspirasi untuk mengejar cita-cita mereka meskipun ada berbagai rintangan dalam hidup.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, juga memberikan sambutan positif terkait kehadiran Fia di acara tersebut. Ia menyampaikan harapannya agar para remaja bisa belajar dari pengalaman nyata yang dibagikan Fia, yang dapat menjadi pendorong untuk tetap kuat dalam menghadapi tantangan hidup.
“Kalian harusnya bisa belajar bagaimana Mbak Fia tetap bertahan meskipun dalam situasi yang sulit. Ini adalah contoh yang sangat inspiratif,” ucap Ipuk. Ia menekankan pentingnya bagi remaja untuk memiliki mental yang kuat, sehingga dapat menghadapi berbagai ujian dengan lebih baik.
Ipuk menambahkan bahwa perjalanan hidup Fia menunjukkan bahwa dengan usaha dan ketekunan, setiap tantangan dapat diatasi. “Jika remaja memiliki mental dan fisik yang kuat, mereka akan mampu menjadi generasi yang sehat dan berdaya saing,” katanya.
Pentingnya Kesehatan Mental dan Dukungan Sosial untuk Remaja
Talkshow “Remaja Sehati” menjadi momen yang tepat untuk menyampaikan pesan akan pentingnya kesehatan mental remaja. Kesehatan mental yang baik membantu remaja untuk berfungsi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan sosial mereka. Fia menyoroti bahwa banyak remaja yang merasa tertekan tanpa tahu bagaimana cara meminta bantuan.
Lebih lanjut, Fia membuka dialog dengan para peserta untuk mendiskusikan berbagai isu kesehatan mental yang sering dialami oleh remaja. Diskusi ini tidak hanya menjawab rasa ingin tahu mereka, tetapi juga memberikan ruang bagi setiap orang untuk berbagi pengalaman, sehingga menciptakan rasa keterhubungan di antara mereka.
“Dengan berbagi, kamu akan menyadari bahwa kamu tidak sendirian,” Fia berkata. Menurutnya, sikap saling mendukung di antara teman-teman sebaya sangat penting dalam membangun kesehatan mental yang baik. Ia mendorong peserta untuk saling membantu dan menjadi tempat bertukar pikiran yang positif.
Fia juga menggarisbawahi bahwa program-program seperti ini merupakan langkah awal yang baik untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan peduli terhadap kesehatan mental. Dengan mendukung satu sama lain, remaja dapat mengatasi rasa takut untuk berbicara tentang masalah yang mereka hadapi.
“Kita perlu menciptakan budaya di mana membicarakan masalah kesehatan mental bukanlah sebuah tabu,” jelasnya. Ia ingin agar ke depan, lebih banyak acara seperti ini bisa diselenggarakan untuk menjangkau lebih banyak remaja di seluruh Indonesia.
Dampak Positif dari Peran Serta Pemuda dalam Kesehatan Masyarakat
Kegiatan yang diadakan di Banyuwangi ini menunjukkan bahwa remaja memiliki peran penting dalam perubahan sosial, terutama dalam isu-isu kesehatan mental. Melalui berbagai program dan inisiatif yang mereka jalankan, remaja dapat berkontribusi dalam mengatasi tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat. Ini adalah langkah awal untuk menciptakan generasi yang lebih peduli dan sadar akan pentingnya kesehatan mental.
Sebagai perwakilan dan pemimpin muda, Fia menunjukkan bahwa seorang remaja dapat menjadi agen perubahan, tidak hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi orang lain. “Jika kita bisa membawa perubahan dalam hidup kita, kita juga bisa membawa perubahan untuk orang lain,” tegasnya kepada para peserta.
Mengenai dampak sosial yang dihasilkannya, Ipuk menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan individu sangatlah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk remaja. Inisiatif publik yang didukung oleh partisipasi aktif remaja tentunya akan menghasilkan dampak yang lebih luas dan mendalam.
Program-program seperti “First Step Forward” diharapkan dapat menular dan menginspirasi lebih banyak orang untuk turut berkontribusi dalam perubahan ini. Fia percaya bahwa dukungan sosial yang kuat serta kolaborasi yang baik adalah kunci untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang kompleks.
Akhirnya, Fia berharap kegiatan ini bisa menjadi titik tolak bagi banyak remaja untuk lebih peka terhadap kesehatan mental mereka sendiri dan kesehatan teman-teman mereka. Dengan semakin banyaknya orang yang peduli dan berpartisipasi, semoga masa depan generasi muda menjadi lebih cerah dan penuh harapan.


