www.portalkabar.id – Surabaya telah menjadi sorotan terkait isu kualitas bahan bakar Pertalite yang diduga tercampur air atau etanol. Dalam konteks ini, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, melakukan inspeksi mendadak di SPBU Rajawali yang viral di sosial media setelah sebuah video sidak diunggah di platform digital. Video berdurasi 27 menit ini mengungkapkan pernyataan Armuji mengenai temuan cairan hijau yang katanya adalah Pertalite campuran etanol.
Dalam tayangan tersebut, Armuji secara tegas mengungkapkan kritik terhadap pemeriksaan yang dilakukan oleh Pertamina sebelumnya. Menurutnya, langkah tersebut tidak efektif sebab tidak berlokasi di SPBU yang diketahui bermasalah dengan kualitas BBM. Ia menyarankan agar sidak dilakukan di tempat yang tepat untuk menemukan masalah yang sebenarnya.
Dalam proses sidak, Armuji menjelaskan bahwa SPBU Rajawali dipilih berdasarkan laporan dari pengemudi ojek online yang mengalami kendala pada motornya setelah mengisi bahan bakar di lokasi tersebut. Ia pun berharap mengajak perhatian publik mengenai situasi ini demi perbaikan lebih lanjut.
Proses Sidak Armuji di SPBU Rajawali dan Temuan Kontroversial
Sesampainya di SPBU, Armuji mengajak dialog petugas mengenai waktu terakhir pengisian tangki BBM. Dia juga berbincang dengan seorang pria yang mengaku mengalami masalah setelah mengisi bahan bakar, menyerahkan botol berisi cairan misterius untuk diperiksa. Pria itu mencurigai bahwa cairan dalam botol tersebut adalah etanol dan menyebutkan bahwa ia membeli BBM di tempat itu sehari sebelumnya.
Dalam video, Armuji menerima botol itu tanpa melakukan pemeriksaan aroma atau membuka tutupnya. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai validitas laporan yang diungkapkan. Penjelasan tambahan muncul ketika Armuji menyampaikan klarifikasi bahwa cairan dalam botol tersebut bukan berasal dari mesin pengisian SPBU saat ia melakukan sidak.
Aktivis pengemudi online, Daniel Lukas Rorong, yang ikut mendampingi Armuji, memperkuat penjelasan bahwa botol tersebut dibawa oleh pengendara lain dan bukan hasil pengisian dari SPBU. Ia menjelaskan bahwa pengendara yang memberikan botol itu memang mengalami masalah dengan motornya setelah mengisi bahan bakar di lokasi yang sama.
Klarifikasi dari Manajer SPBU dan Pendapat Aktivis Driver Online
Budi Susetyo selaku Manajer Operasional SPBU Rajawali mengungkapkan telah berusaha menelusuri asal usul botol yang dihadirkan dalam video tersebut. Meski telah bertanya kepada orang yang menyerahkan botol, ia tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Ini menambah kerumitan dalam menentukan sumber masalah yang sesungguhnya.
Ia menekankan bahwa sebelum Armuji melakukan sidak, pihaknya tidak menerima laporan tentang masalah kendaraan yang terkait dengan bahan bakar yang dijual. Seluruh prosedur pemeriksaan bahan bakar telah dilakukan dengan ketat sesuai standar operasi yang berlaku di SPBU. Dengan demikian, Budi yakin bahwa kualitas bahan bakar yang mereka tawarkan berada dalam kondisi baik.
Setelah video sidak tersebut viral, pihak kepolisian setempat memutuskan untuk melakukan inspeksi di lima SPBU, termasuk SPBU Rajawali. Hasil sementara menunjukkan tidak ada indikasi kadar air dalam bahan bakar yang dijual, meski mereka masih menunggu hasil laboratorium untuk kepastian lebih lanjut.
Respon Masyarakat dan Upaya Pertamina untuk Menangani Isu Kualitas BBM
Sikap masyarakat terhadap pernyataan Armuji beragam, beberapa mendukung upayanya untuk meningkatkan transparansi sementara yang lain skeptis terhadap validitas kasus yang ditampilkan. Beberapa pihak meminta Pertamina untuk lebih proaktif dalam mengatasi permasalahan kualitas BBM demi menjaga kepercayaan pelanggan.
Pertamina telah menyatakan komitmennya untuk tetap membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang meragukan kualitas Pertalite. Namun, syarat bukti pembelian menjadi momen penting untuk memperkuat posisi mereka dalam menangani keluhan yang muncul. Dengan demikian, semua pengaduan dapat diverifikasi dan diteliti lebih lanjut.
Contoh kasus ini memperlihatkan bagaimana pentingnya transparansi dalam pemeriksaan kualitas bahan bakar. Harapan ke depan, perbaikan dalam prosedur pengawasan dapat mencegah kejadian serupa dan meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap supplied BBM yang ada. Selain itu, keterlibatan publik dalam mengawasi kualitas sangatlah penting dalam memberikan masukan konstruktif kepada pihak berwenang.


