www.portalkabar.id – Kota Pasuruan sedang menghadapi tantangan serius dalam hal ketenagakerjaan. Meskipun populasi pekerja mencapai seratus ribu lebih, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar dari mereka memiliki latar pendidikan yang rendah, yaitu lulusan sekolah dasar.
Data yang dirilis oleh BPS menunjukkan bahwa kondisi angkatan kerja di Pasuruan perlu diperhatikan dengan lebih serius. Selain itu, informasi tersebut memberikan gambaran mengenai distribusi pekerja berdasarkan sektor serta tingkat pendidikan yang ada di kota tersebut.
Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam Sudarmaji, menyatakan bahwa pada bulan Agustus 2025, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 122.520 orang. Sementara itu, masih ada 5.900 individu yang terdaftar sebagai penganggur, mencerminkan dinamika ketenagakerjaan yang terus berfluktuasi setiap tahunnya.
Pendidikan menjadi salah satu faktor yang mengkhawatirkan, dengan jumlah pekerja berpendidikan SD ke bawah mencapai 31.770 orang, atau 25,93 persen dari total tenaga kerja. Sementara itu, lulusan Diploma dan universitas jumlahnya jauh lebih sedikit, yaitu masing-masing 3.420 dan 17.670 orang.
Bagaimana Profil Pendidikan Mempengaruhi Pasar Kerja di Pasuruan?
Data menunjukkan bahwa pekerja dengan pendidikan tinggi sangat minim. Hanya 2,79 persen pekerja yang berpendidikan Diploma, dan 14,42 persen yang merupakan lulusan universitas. Ini mencerminkan adanya kesenjangan yang cukup besar dalam tingkat pendidikan di pasar kerja Kota Pasuruan.
Lebih mencolok lagi, jumlah pekerja yang lulus dari universitas justru mengalami penurunan, yaitu sebanyak 280 orang jika dibandingkan dengan Agustus 2024. Pada saat yang sama, ada penambahan 700 pekerja yang berpendidikan SD ke bawah dalam periode yang sama.
Imam Sudarmaji menekankan bahwa tren ini harus menjadi perhatian semua pihak. Kesenjangan pendidikan ini tidak hanya memengaruhi individu, tetapi juga berdampak pada kualitas angkatan kerja secara keseluruhan di daerah tersebut.
Sektor Pekerjaan Mana yang Paling Banyak Menyerap Tenaga Kerja?
Berdasarkan data yang tersedia, sektor jasa menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kota Pasuruan, mencakup 68,06 persen dari total tenaga kerja. Sektor industri berada di posisi kedua dengan kontribusi sebesar 27,47 persen, sementara sektor pertanian hanya menyerap 4,47 persen dari total tenaga kerja.
Pola ini cukup konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu 2023 dan 2024. Namun, terdapat pergeseran yang signifikan, di mana sektor jasa mengalami peningkatan jumlah pekerja yang cukup drastis.
Dalam catatan, sektor jasa berhasil menambah 9.724 pekerja dalam waktu satu tahun, yang menunjukkan pergeseran tren dalam penyerapan tenaga kerja. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh meningkatnya permintaan di sektor layanan di tengah perubahan perilaku masyarakat.
Tren Penyerapan Tenaga Kerja dan Implikasinya untuk Kota Pasuruan
Sementara itu, sektor industri dan pertanian mencatatkan penurunan jumlah pekerja, masing-masing sebanyak 2.658 dan 386 orang. Penurunan ini perlu dicermati, karena menunjukkan adanya pergeseran dari sektor produksi menuju sektor layanan.
Perubahan dalam struktur ketenagakerjaan ini bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari teknologi hingga kebijakan pemerintah. Di sisi lain, pergeseran ini dapat memperkuat atau melemahkan ekonomi lokal, tergantung pada bagaimana perubahan tersebut dikelola.
Konsekuensi dari tren ini menunjukkan bahwa angkatan kerja di Pasuruan perlu dilengkapi dengan keterampilan yang sesuai. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi pekerja menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif dari masyarakat dan sektor swasta. Kerjasama antara berbagai pihak akan sangat menentukan keberhasilan dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di masa depan.


