www.portalkabar.id – Surabaya – Duka mendalam melanda masyarakat Sidoarjo akibat runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran. Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin, 29 September 2025, saat ratusan santri sedang melaksanakan salat Ashar berjemaah.
Kepolisian Jawa Timur, yang dipimpin oleh Irjen Pol Nanang Avianto, menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah upaya penyelamatan korban. Fokus ini diambil sebelum proses hukum dimulai, sebagai tanggung jawab sosial dan kemanusiaan pada situasi yang genting ini.
Irjen Pol Nanang mengungkapkan pentingnya penanganan kemanusiaan sebagai langkah awal. Menurutnya, meskipun langkah hukum diperlukan, saat ini keselamatan jiwa adalah yang paling penting.
Pemeriksaan Hukum dan Keterlibatan Ahli di Bidang Konstruksi
Dalam tahap selanjutnya, pihak kepolisian berencana melibatkan para ahli konstruksi untuk menyelidiki penyebab runtuhnya bangunan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan data yang lebih valid dan saintifik mengenai insiden tersebut.
“Indikasi awal mengenai penyebab runtuhnya bangunan ini harus disampaikan oleh para ahli. Dengan demikian, hasil analisis mereka akan lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Irjen Pol Nanang di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian bertekad untuk menerapkan metode ilmiah dalam penyelidikan yang mereka lakukan. Hal ini penting untuk mencegah adanya kesalahpahaman masyarakat mengenai penyebab sebenarnya dari insiden yang merenggut banyak nyawa ini.
Data dan Informasi Terhadap Korban yang Mengalaminya
Menurut informasi terbaru dari Tim SAR Gabungan, hingga Jumat, 3 Oktober 2025, terdapat 114 korban yang terlibat dalam insiden tersebut. Dari jumlah tersebut, 23 orang berhasil dievakuasi, namun sayangnya, 10 di antaranya ditemukan meninggal dunia.
Sebagian besar santri yang berada di dalam gedung ketika kejadian berusaha selamat secara mandiri. Meskipun demikian, situasi ini sangat mengkhawatirkan, karena banyak di antara mereka yang belum ditemukan.
Dikabarkan terdapat sekitar 53 orang yang masih hilang dan diduga terperangkap di bawah reruntuhan. Tim SAR terus berupaya melakukan pencarian dalam keadaan yang sulit dan berbahaya ini demi keselamatan semua orang yang mungkin terperangkap.
Respon Masyarakat dan Langkah Selanjutnya yang Ditempuh
Insiden runtuhnya Pondok Pesantren ini telah menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat. Banyak warga yang datang untuk memberikan bantuan, baik dari segi materiil maupun moril, untuk para korban dan keluarga yang terdampak.
Pemerintah setempat juga telah bergerak cepat melakukan pendataan dan memberikan dukungan kepada para keluarga yang kehilangan anggota. Semua usaha ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban mereka yang sedang berduka.
Sambil menunggu hasil penyelidikan resmi, masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang. Penekanan pada keselamatan dan keamanan bangunan menjadi fokus utama agar tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.


