www.portalkabar.id – Anggota Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap direksi dan komisaris PT Kasa Husada Wira Jatim. Tuntutan tersebut muncul setelah terungkapnya dugaan pelanggaran terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) dan masalah tunggakan gaji yang belum terselesaikan untuk karyawan.
Fuad menyampaikan bahwa isu ini sudah cukup lama menjadi perhatian DPRD Jatim. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa kabar kerugian perusahaan hingga Rp50 miliar patut dipertanyakan, mengingat produk Kasa Husada memiliki reputasi yang kuat di pasaran.
“Menarik jika kita melihat bahwa PT Kasa Husada bukanlah perusahaan baru. Produk mereka sudah dikenal sebelum Indonesia merdeka dan banyak digunakan di fasilitas-fasilitas kesehatan,” ungkap Fuad, yang juga menjabat sebagai anggota Komisi C DPRD Jatim.
Ia menegaskan bahwa kerugian yang signifikan di tengah pasar yang cukup terbuka menunjukkan adanya masalah mendasar dalam manajemen perusahaan. Fuad meminta agar jajaran direksi dan komisaris dievaluasi secara cermat, mengingat kinerja mereka dirasa tidak memadai.
“Jelas bahwa ada yang tidak beres dalam manajemen. Seharusnya jika pasar sudah ada, perusahaan tidak sampai merugi. Direksi dan komisaris perlu dievaluasi karena performa mereka tidak mencerminkan harapan,” tandasnya.
Fuad juga menyoroti kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Jawa Timur yang dianggap masih rendah. Ia mengungkapkan bahwa setoran dividen lebih banyak berasal dari Bank Jatim, sementara BUMD lainnya belum menunjukkan hasil yang signifikan.
“Kami melihat bahwa setoran dividen dari PT PWU dan BUMD lainnya sangat rendah. Kontribusi dari Bank Jatim jauh mendominasi. Ini menunjukkan bahwa banyak BUMD lain yang performanya masih minus,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut dari permasalahan ini, Komisi C DPRD Jatim berencana memanggil semua direksi BUMD, termasuk PWU dan Kasa Husada, untuk dibahas dalam rapat Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026 mendatang.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi argumen untuk meminta penyertaan modal dengan alasan kerugian. Direksi dan komisaris harus aktif menciptakan inovasi demi kemajuan perusahaan,” pungkas Fuad, yang merupakan wakil dari Dapil Surabaya.
Pentingnya Evaluasi Jajaran Direksi di BUMD Jawa Timur
Evaluasi terhadap jajaran direksi perusahaan adalah langkah penting untuk memastikan bahwa tata kelola perusahaan berjalan dengan baik. Dalam konteks ini, PT Kasa Husada Wira Jatim menjadi sorotan karena masalah yang melibatkan dugaan pelanggaran temuan yang harus ditelusuri lebih lanjut.
Banyak pihak percaya bahwa evaluasi bukan hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi kebutuhan mendasar untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Hasil evaluasi yang transparan dapat memberikan solusi kepada perusahaan agar lebih efisien dan efektif dalam mengelola keuangannya.
Kehadiran pengawasan yang ketat juga menjadi faktor penting dalam menjaga integritas perusahaan. Jika ditemukan adanya kegagalan dalam pengelolaan, maka tindak lanjut berupa penggantian anggota direksi atau tim manajemen mungkin diperlukan.
Analisis Kerugian Perusahaan dan Implikasinya
Kerugian yang dialami oleh PT Kasa Husada merupakan sinyal adanya masalah yang lebih besar di dalam organisasi. Mempertimbangkan produk yang mereka tawarkan dan pangsa pasar yang sudah ada, kerugian seperti ini seharusnya tidak terjadi.
Penyebab kerugian ini perlu diteliti agar tidak terulang di masa depan. Apakah masalahnya terletak pada strategi pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia, atau aspek lain yang mengganggu efisiensi organisasi?
Mengetahui penyebab fenomena kerugian ini juga penting untuk pengambilan keputusan di masa mendatang. Dengan pemahaman yang lebih baik, direksi dapat merumuskan strategi yang lebih tepat untuk mendapatkan kembali keuntungan.
Peran BUMD dalam Perekonomian Daerah
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki peranan penting dalam perekonomian suatu daerah. Melalui kontribusi mereka terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), BUMD menjadi pilar penopang keuangan daerah.
Namun, rendahnya kontribusi dividen dari beberapa BUMD menunjukkan bahwa ada masalah serius dalam operasional mereka. Jika BUMD tidak beroperasi dengan optimal, dampaknya akan terasa pada pembangunan daerah yang bergantung pada pendapatan tersebut.
Harus ada upaya untuk meningkatkan kinerja BUMD agar dapat berkontribusi lebih baik. Ini bukan sekadar tanggung jawab manajemen, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pihak pemerintah daerah untuk memberikan insentif dan bimbingan yang sesuai.
Menatap Masa Depan yang Lebih Baik untuk Kasa Husada
Masa depan PT Kasa Husada dan BUMD lainnya di Jawa Timur tergantung pada bagaimana mereka menanggapi tantangan yang ada. Reformasi dan perubahan harus dilakukan untuk membangkitkan kembali kinerja mereka yang saat ini terpuruk.
Penting bagi manajemen untuk menyusun rencana aksi yang jelas guna mengatasi masalah yang dihadapi. Ini meliputi perbaikan sistem manajemen, efisiensi biaya, dan penguatan strategi pemasaran.
Kemaslah manajemen krisis dengan baik agar pelajaran dari pengalaman pahit ini tidak terulang. Membangun kembali kepercayaan masyarakat dan stakeholder akan menjadi tantangan yang perlu dihadapi dengan serius oleh seluruh jajaran perusahaan.


