www.portalkabar.id – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mengajak civitas akademika untuk mengingat nilai-nilai kepahlawanan yang sering terlupakan di tengah kemajuan dunia digital. Hal ini disampaikan dalam dialog bersama dosen dan mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) di gedung DPRD Surabaya.
Fathoni menekankan pentingnya diskusi tentang penerapan nilai-nilai kepahlawanan dalam konteks modern. Menurutnya, peran mahasiswa sebagai penjaga kebenaran informasi adalah bentuk kepahlawanan yang relevan di era sekarang.
Dia mengungkapkan bahwa kepahlawanan masa kini tidak terletak pada peperangan fisik, tetapi lebih kepada kemampuan menjaga akal sehat serta kebenaran publik. Dalam pertemuan tersebut, Fathoni meyakini bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menyebarkan informasi yang akurat.
Pentingnya Peran Mahasiswa dalam Menjaga Kebenaran Informasi
Dalam diskusi itu, Fathoni menjelaskan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan yang berani melawan informasi yang tidak benar. Dia menilai mahasiswa adalah bagian penting dalam menjaga konsistensi dan keutuhan sosial masyarakat.
“Kepahlawanan baru generasi muda kini dapat dilihat dari tanggung jawab mereka dalam menyebarkan informasi yang benar,” ungkap Fathoni. Dia menyoroti tantangan yang ada saat ini, di mana informasi dapat dengan mudah diputarbalikkan di dunia maya.
Fathoni menjelaskan, keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dilindungi dari pengaruh negatif luar. Posisi geografis strategis Indonesia menjadikannya sasaran utama bagi berbagai kekuatan global yang ingin mempengaruhi masyarakat.
Menghadapi Disrupsi Informasi di Era Digital
Fathoni menegaskan bahwa ancaman saat ini lebih banyak datang dari disrupsi informasi dibandingkan dengan kekuatan militer. Dia percaya bahwa serangan informasi dapat merusak persatuan masyarakat, terutama ketika disebar secara masif via media sosial.
“Di era teknologi ini, melemahkan kekuatan bangsa bisa dilakukan hanya dengan menyebar informasi yang salah,” jelasnya. Fathoni juga menggambarkan bagaimana derasnya arus informasi sering membuat masyarakat bingung membedakan antara fakta dan hoaks.
Peran mahasiswa, dalam konteks ini, sangat penting untuk menjaga ketajaman nalar publik. “Saya mengajak mahasiswa UWKS untuk tidak hanya menjadi agen perubahan, tetapi juga penjaga kebenaran,” tambahnya.
Literasi Digital sebagai Senjata Generasi Muda
Fathoni optimis bahwa generasi muda bisa memberikan kontribusi besar hanya dengan menggunakan literasi digital yang tepat. Dia menilai kemampuan untuk memilah dan memilih informasi adalah sebuah kepeloporan yang sangat relevan dengan tantangan zaman sekarang.
“Dengan hanya bermodalkan gadget, mahasiswa bisa menjadi pelopor literasi digital,” katanya. Dia meyakini bahwa ini adalah bentuk implementasi nilai kepahlawanan di masa kini.
Dalam diskusi itu, Fathoni juga membahas tentang program Kampung Pancasila yang diinisiasi oleh Pemkot Surabaya. Ia berharap konsep ini dapat menjadi lebih dari sekadar simbol, tetapi menjadi ruang bagi pembentukan karakter bagi masyarakat.
Kampung Pancasila dan Harapan untuk Masyarakat Surabaya
Fathoni menjelaskan bahwa di Surabaya memiliki inisiatif untuk menumbuhkan nilai-nilai kepahlawanan melalui pembentukan Kampung Pancasila. Program ini diharapkan bisa betul-betul menghadirkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari warga.
Dia menekankan bahwa nilai kebangsaan jangan hanya menjadi sebuah wacana, tetapi harus terinternalisasi dalam relasi sosial di masyarakat. “Kami berharap nilai-nilai Pancasila dapat hidup dan menjadi nafas dalam hubungan antar warganya,” tuturnya.
Dialog tersebut ditutup dengan harapan agar semangat Pancasila bisa menjadi bagian yang integral dalam kehidupan sosial masyarakat. Fathoni berpendapat bahwa dengan mempraktikkan nilai-nilai kebangsaan, masyarakat akan semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.


