www.portalkabar.id – Di tengah gemuruh popularitas dunia gaming, strategi pengembangan karakter dan budaya positif menjadi sangat penting. Terlebih bagi generasi muda yang terpapar banyak informasi, di mana permainan tidak hanya sekadar hobi, tetapi bisa menjadi sarana pendidikan yang signifikan.
Dengan latar belakang ini, sebuah program inovatif bernama Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes To School 2025 muncul, menargetkan pelajar dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Melalui turnamen ini, para pelajar diajak tidak hanya berkompetisi tetapi juga belajar berbagai nilai penting dalam hidup.
Grand Tournament ini diinisiasi oleh Moonton Games Indonesia, yang melihat potensi besar dalam perkembangan hobi bermain game di kalangan anak-anak. Mereka percaya bahwa game seharusnya dapat diarahkan untuk mendukung proses belajar positif dan pengembangan karakter, sehingga semua pihak berperan lebih aktif dalam hal ini.
Peran guru sebagai pendamping dalam program ini sangat ditekankan. Dengan adanya MLBB Teacher Ambassador, para pendidik berfungsi sebagai mentor, membantu siswa memahami arti dari sportivitas dan kerja sama tim dalam konteks permainan.
Program ini berhasil menjangkau 328 sekolah di berbagai wilayah seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Erina Tan, Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, menyebutkan bahwa Jawa Timur dipilih sebagai lokasi perintis karena kesiapan infrastruktur pendidikan dan dukungan dari para tenaga pengajar.
Tujuan akhir dari inisiatif ini bukan sekadar untuk mencetak pemain pro, melainkan untuk menanamkan nilai-nilai soft skills, termasuk komunikasi dan kepemimpinan. Ini menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang terus berkembang.
Pentingnya Pendampingan dalam Proses Belajar di Era Digital
Pendampingan di dalam ekosistem pendidikan memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan karakter siswa. Dengan adanya bimbingan yang tepat, siswa dapat lebih memahami tidak hanya cara bermain, tetapi juga batasan antara hobi dan tanggung jawab akademik.
Erina menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan memberi makna. Dalam turnamen ini, siswa diajak untuk berpikir strategis dan bekerja sama, melengkapi pembelajaran akademis yang mereka terima di sekolah.
Di sisi lain, pengawasan dari guru dan orang tua pun menjadi aspek penting. Dalam konteks ini, seimbang antara penggunaan gadget dan proses belajar di sekolah harus dipahami oleh semua pihak. Ini menjadi tantangan tersendiri di era digital saat ini, di mana banyak anak-anak terpapar oleh informasi yang beragam.
Kesadaran akan potensi dan risiko dalam penggunaan teknologi sangat penting. Oleh karena itu, dengan keikutsertaan guru, siswa diharapkan dapat lebih bijak dalam memanfaatkan gawai mereka secara produktif. Pendekatan ini bertujuan untuk meminimalisasi dampak negatif yang mungkin muncul.
Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Esports di Sekolah
Dukungan dari pemerintah daerah menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan Grand Tournament ini. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya menekankan bahwa aktivitas ini perlu berlangsung selaras dengan proses belajar di sekolah. Hal ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga sehat secara fisik dan mental.
Febrina Kusumawati, selaku Kepala Dinas Pendidikan, mengingatkan bahwa guru harus senantiasa berperan dalam mengawasi anak-anak dalam menggunakan teknologi. Ini diperlukan untuk memastikan bahwa anak-anak mengakses informasi yang positif dan tidak mengganggu proses belajar mereka.
Pendapat serupa datang dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, Hadi Wawan. Ia menilai bahwa turnamen ini memainkan peran penting dalam mendeteksi bakat-bakat baru di dunia olahraga sejak usia dini. Pengembangan potensi anak di fase ini sangat diperlukan demi menjamin masa depan yang lebih baik.
Hadi juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa bisa menjangkau lebih banyak daerah di seluruh Jawa Timur. Dengan demikian, bukan hanya prestasi, tetapi juga kesehatan mental dan fisik dapat terjaga pada generasi muda.
Grand Tournament sebagai Standar Baru dalam Kompetisi Esport di Indonesia
Grand Tournament ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam pembentukan standar baru bagi kompetisi esport di Indonesia. Dengan fokus pada nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan literasi digital, kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran bagi generasi mendatang.
Esports kini semakin banyak diminati, dan bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ajang belajar yang bermanfaat. Pembelajaran dari permainan seperti MLBB mampu memberikan wawasan yang lebih luas kepada para siswa.
Pengembangan karakter dalam setiap permainan perlu ditekankan dengan seimbang, sejalan dengan pengembangan akademis mereka. Generasi muda yang cerdas tidak hanya dituntut untuk berprestasi, tetapi juga untuk memiliki integritas dan nilai-nilai yang positif.
Melalui dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga pendidikan, kegiatan seperti ini dapat berlangsung lebih luas. Hal ini akan membuka peluang bagi lebih banyak anak untuk terlibat dalam kegiatan positif yang mendidik dan menghibur.
Dengan demikian, harapan akan lahirnya atlet-atlet dan pemimpin masa depan yang berkualitas semakin dekat. Grand Tournament MLBB Goes to School 2025 menjadi sebuah momentum penting dalam upaya memberikan pendidikan yang lebih bermakna di era digital ini.


