www.portalkabar.id – Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, pemerintah daerah Banyuwangi tengah berupaya maksimal untuk memastikan kesiapan sektor pariwisata dalam menyambut kedatangan wisatawan. Langkah ini mencerminkan komitmen Pemkab Banyuwangi untuk memajukan sektor pariwisata yang berpotensi mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi melakukan peninjauan langsung ke berbagai destinasi unggulan di wilayah tersebut. Salah satu destinasi yang menjadi fokus utama adalah Pantai Grand Watu Dodol, yang dikenal dengan keindahan alamnya dan fasilitas yang terus ditingkatkan untuk menarik pengunjung lebih banyak.
Dengan adanya peninjauan ini, Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk menjamin bahwa 141 destinasi wisata di seluruh Bumi Blambangan siap menyambut peningkatan jumlah pengunjung. Semua upaya ini dilakukan dengan mempertimbangkan standar keamanan dan kenyamanan yang sangat tinggi bagi pengunjung yang datang.
Membenahi Infrastruktur Destinasi Wisata dengan Cermat dan Teliti
Pantai Grand Watu Dodol sebagai salah satu destinasi favorit di Banyuwangi mendapatkan perhatian khusus dari pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kepala Dinas, Taufik Rohman, melakukan pengecekan langsung terhadap kebersihan, fasilitas umum, dan kemajuan pembangunan infrastruktur baru yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan wisata.
Pihak Disbudpar juga memastikan bahwa seluruh destinasi siap menerima kunjungan, mengingat saat ini cuaca yang sedang ekstrem. Mereka meminta kepada pengelola untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipatif agar pengunjung merasa aman dan nyaman saat berada di lokasi wisata.
Dalam peninjauan tersebut, Taufik menjelaskan bahwa di Pantai GWD akan ada penambahan fasilitas baru. Beberapa di antaranya adalah pemecah ombak, tangkis air, dan kolam labuh untuk kapal wisata yang diharapkan dapat menambah kenyamanan bagi wisatawan saat berlibur di destinasi ini.
Strategi Pemkab untuk Meningkatkan Pengalaman Wisatawan di Banyuwangi
Pemkab Banyuwangi juga menerbitkan Surat Edaran untuk menjadi pedoman bagi para pengelola destinasi wisata. Dengan adanya surat ini, diharapkan para pengelola baik yang bersifat swasta maupun kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dapat lebih memahami tugas dan tanggung jawab mereka dalam memberikan layanan yang terbaik kepada pengunjung.
Taufik Rohman menekankan pentingnya penerapan prinsip Sapta Pesona dan CHSE (Clean, Health, Safety & Environment) dalam operasional destinasi. Ini bertujuan untuk menjaga agar seluruh aspek pelayanan tetap baik dan memadai, sehingga pengunjung merasa tenang selama berwisata.
“Kami ingin memastikan wisatawan yang datang ke Banyuwangi mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan pulang dengan kenangan yang indah,” ujar Taufik. Hal ini penting mengingat dampak positif yang dapat ditimbulkan dari sektor pariwisata yang berkembang pesat.
Pemantauan dan Penanganan Keamanan Wisatawan Selama Liburan
Sebelum memasuki musim liburan, Pemkab juga melakukan langkah-langkah untuk memantau keamanan di tempat-tempat wisata. Hal ini mencakup penyediaan petugas keamanan yang siap siaga di lokasi-lokasi strategis, hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi setiap pengunjung.
Selain itu, koordinasi dengan pihak keamanan seperti Polri dan TNI juga diperkuat agar pengunjung merasa aman. Di samping itu, edukasi bagi pengelola dan pengunjung mengenai penanganan situasi darurat juga menjadi perhatian utama agar semua pihak lebih siap jika ada sesuatu yang tidak diinginkan.
Pengelola destinasi juga diajak untuk aktif menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman, serta meningkatkan pelayanan kepada pengunjung. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pariwisata di Banyuwangi dapat berkembang lebih pesat dan berkelanjutan.
Pentingnya Kerja Sama Antara Pemkab dan Masyarakat dalam Pariwisata
Suksesnya sektor pariwisata di Banyuwangi tidak lepas dari kerjasama yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat. Masyarakat diharapkan terlibat aktif dalam mempromosikan keindahan alam mereka untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Selain itu, pelatihan bagi masyarakat mengenai pengelolaan pariwisata juga diperlukan. Dengan memberikan pengetahuan yang cukup, masyarakat akan lebih mampu mengelola sumber daya yang ada dan memanfaatkan potensi pariwisata secara maksimal.
Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk mendukung masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata lokal. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.


