www.portalkabar.id – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Tulungagung yang melibatkan dua bocah. Mereka tenggelam saat asyik bermain di Sungai Bodeng, menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Insiden tersebut berlangsung pada Minggu, 7 Desember 2025, ketika dua anak, Rizal dan Rangga, sedang mencari ikan. Namun, perburuan ikan tersebut berubah menjadi tragedi setelah mereka memutuskan untuk bermain di tengah arus sungai yang berbahaya.
Kapolsek Gondang, AKP Andik Prasetyo, memberikan penjelasan mengenai kronologi peristiwa tersebut. Dia menjelaskan bahwa ketiga anak itu awalnya pergi untuk mencari ikan, tetapi alih-alih melakukan itu, mereka tertarik untuk bermain di atas ban yang ditemukan di pinggir sungai.
Kronologi Kejadian yang Menjadi Tragedi
Kejadian ini bermula ketika ketiga bocah, Daffa, Rizal, dan Rangga, berangkat dengan niat untuk mencari ikan. Setelah tiba di Sungai Bodeng, mereka menemukan ban dalam mobil dan memutuskan untuk menggunakan ban itu sebagai objek bermain.
Kesenangan mereka berakhir ketika ban yang mereka naiki terbalik. Rizal dan Rangga, yang diduga tidak bisa berenang, langsung tenggelam ke dalam air, sementara Daffa yang berada di tepi berusaha mencari bantuan.
Daffa berlari kembali ke kampung untuk meminta pertolongan setelah melihat kedua temannya terjatuh. Keadaan mendadak ini membuat semua yang mendengar laporan tersebut cepat beraksi untuk membantu pencarian di sungai.
Upaya Pencarian yang Melibatkan Banyak Pihak
Setelah laporan dari Daffa, warga segera berkumpul dan melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Proses pencarian ini membutuhkan kerja sama dan berbagai tenaga dari masyarakat lokal, menciptakan rasa solidaritas yang kuat.
Mereka menggunakan berbagai cara, mulai dari menyisir tepi sungai hingga mengecek berbagai area di dalam air. Pada saat bersamaan, dua perahu karet dari Basarnas dan Pemadam Kebakaran juga dikerahkan untuk mempercepat pencarian.
Tanda-tanda harapan muncul ketika salah satu korban, Rangga, ditemukan mengapung di sungai. Namun, sayangnya, Rangga sudah dalam kondisi meninggal dunia, terseret arus sejauh 300 meter dari lokasi awal.
Tragedi yang Mengguncang Masyarakat Setempat
Kematian Rangga sangat mengesankan duka yang mendalam di masyarakat lokal. Kehilangan seorang anak muda selalu berimbas besar pada keharmonisan komunitas dan membuat orang tua serta teman-teman merasa sangat kehilangan.
Masyarakat setempat berduka dan merasakan kesedihan yang mendalam atas kejadian ini. Banyak yang merenungkan kembali pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak ketika bermain di dekat sungai.
Kapolsek Andik Prasetyo menekankan pentingnya edukasi tentang keselamatan di sekitar air. Situasi ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih waspada dan mendidik anak-anak mengenai bahaya yang mungkin mereka hadapi.
Hingga malam hari, pencarian untuk menemukan Rizal masih terus dilakukan. Berbagai tim dari kepolisian, TNI, BPBD, Basarnas, dan Pemadam Kebakaran tetap berkomitmen untuk mencari korban kedua ini.
Dukungan dari masyarakat juga tidak ketinggalan, di mana mereka berbondong-bondong untuk membantu pencarian. Komunitas menunjukkan semangat kekeluargaan yang sangat kuat di saat-saat sulit seperti ini.


