www.portalkabar.id – Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Surabaya menjajaki sejumlah inovasi yang dapat mempermudah masyarakat dalam menjalankan urusan perizinan. Sekretaris DPM-PTSP, Lasidi, mengemukakan pemikirannya dalam uji kelayakan sebagai calon Kepala DPM-PTSP, dengan fokus pada pentingnya kehadiran layanan Call Center Siaga Perizinan dan konsultasi online. Dalam presentasinya, Lasidi menyerukan perlunya transformasi cara pandang masyarakat mengenai fungsi DPM-PTSP yang sering kali disalahartikan.
Pemaparan Lasidi tidak hanya mengedepankan ide-ide inovatif, tetapi juga menyentuh aspek penting berupa tantangan yang dihadapi DPM-PTSP saat ini. Ia menjelaskan bahwa meskipun memiliki tugas pokok yang besar dalam melayani perizinan dan investasi, masih terdapat kendala yang mesti diatasi. Misalnya, terdapat potensi keterlambatan dalam pemrosesan izin, hingga minimnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme perizinan yang ada.
“Banyak masyarakat yang kurang paham tentang perizinan, mereka bahkan seringkali salah mengartikan peran DPM-PTSP,” klaim Lasidi dalam presentasinya. Ia menggambarkan bagaimana pemahaman ini bisa berdampak pada ketidakpuasan publik terhadap pelayanan yang diberikan. Untuk itu, ia telah menyiapkan beberapa langkah strategis yang bertujuan untuk mengatasi berbagai persoalan ini secara komprehensif.
Pentingnya Meningkatkan Fasilitas Pelayanan Publik di Surabaya
Lasidi menekankan pentingnya peningkatan fasilitas pelayanan publik, termasuk aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, dengan mengembangkan sistem perizinan yang lebih sederhana dan akuntabel, masyarakat dapat lebih mudah dalam mengakses layanan yang diperlukan. Ketidakjelasan informasi mengenai prosedur perizinan selama ini sering kali menjadi penghalang bagi warga untuk mengurus izin yang dibutuhkan.
Di samping itu, Lasidi juga mengusulkan inovasi berupa perluasan sistem pelayanan publik yang dikenal sebagai Pesona Buaya ke tingkat kelurahan dan kecamatan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat pelayanan langsung di lingkungannya. Hal ini diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di semua lapisan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat dapat merasakan langsung pelayanan terbaik tanpa harus mendatangi kantor yang jauh,” ungkap Lasidi. Inovasi semacam ini, lanjutnya, bisa menjadi langkah awal untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mengubah persepsi negatif terkait perizinan. Dengan cara ini, diharapkan akan tercipta iklim investasi yang lebih kondusif.
Membangun Sistem Perizinan Berbasis Teknologi Modern
Selain merombak sistem yang sudah ada, Lasidi juga mengusulkan pengembangan sistem pelayanan berbasis teknologi sebagai langkah strategis. Penggunaan aplikasi yang mumpuni dalam penapisan izin dinilai dapat mempercepat proses pengurusan dan meminimalisasi kesalahan administrasi. Lasidi percaya bahwa penggunaan teknologi dapat menciptakan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik dalam setiap tahap proses perizinan.
Inovasi ini juga mencakup rencana untuk menghadirkan layanan konsultasi online dan mendorong penggunaan aplikasi Siwastip untuk pemantauan izin. Ini adalah langkah cerdas untuk memastikan bahwa semua proses dapat dikontrol dan dilacak oleh semua pihak yang terlibat. “Kami ingin semua pihak, baik dari OPD maupun masyarakat, dapat mengawasi proses perizinan dengan mudah,” ujarnya.
Lasidi menyatakan, layanan Call Center Siaga Perizinan juga akan diperkenalkan untuk memberikan informasi dengan cepat dan akurat kepada masyarakat. Dengan fitur ini, diharapkan masyarakat bisa bertanya dan mendapatkan jawaban seputar syarat-syarat perizinan dengan lebih efisien. Mengoptimalkan teknologi dalam pelayanan publik adalah kunci untuk menjawab ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak untuk Meningkatkan Investasi
Misi berikutnya yang diusulkan Lasidi adalah menjaga kondusivitas iklim investasi melalui penyusunan roadmap kebijakan penanaman modal. Kolaborasi antara pemerintah dengan akademisi dan pelaku usaha menjadi sangat penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan penguatan kerja sama tersebut, diharapkan tercipta lingkungan yang mendukung bagi para investor.
Selain itu, Lasidi memaparkan pentingnya mempercepat tim investasi untuk mengejar peluang yang ada. Seluruh elemen terkait harus bersinergi untuk mengoptimalkan potensi investasi agar dapat lebih maximal. Sinergi tersebut bukan hanya mendatangkan investor, tetapi juga meningkatkan reputasi Surabaya sebagai kota yang ramah investasi.
Capaian releksa dari semua strategi yang ditawarkan Lasidi adalah tidak tersisa berkas perizinan yang tertunda atau dikembalikan. Optimisme ini bukan tanpa dasar, mengingat pada tahun sebelumnya nilai Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Kami yakin bahwa semua strategi ini akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan investasi,” tutupnya dengan penuh keyakinan.


