www.portalkabar.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah berhasil memasuki tahap penilaian lapang dalam kompetisi Innovative Government Awards (IGA) 2025. Dengan mengajukan total 221 inovasi dari berbagai sektor pemerintahan, Banyuwangi menunjukkan komitmen yang kuat terhadap peningkatan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Tim penilai yang terdiri dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan praktisi media mengunjungi Banyuwangi selama dua hari untuk melakukan penilaian langsung. Mereka ingin memastikan bahwa inovasi yang diajukan tidak hanya sekadar konsep, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Apresiasi IGA merupakan pengakuan tahunan yang diberikan kepada pemerintah daerah atas keberhasilan dalam melaksanakan inovasi. Melalui inisiatif ini, diharapkan setiap daerah dapat menciptakan solusi cerdas dalam menghadapi tantangan yang ada.
Setibanya di Banyuwangi, tim langsung diterima oleh Bupati Ipuk Fiestiandani, yang didampingi oleh Wakil Bupati Mujiono serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi tim penilai untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai berbagai inovasi yang telah mereka laksanakan.
Selama kunjungan, tim penilai mengunjungi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat yang terlibat dalam Gerakan Hari Belanja ke Pasar Tradisional. Inisiatif ini digagas oleh Bupati Ipuk untuk meningkatkan perekonomian lokal dan memberdayakan sektor UMKM.
Gerakan ini dilaksanakan setiap bulan pada tanggal-tanggal tertentu yang dianggap “cantik”, seperti 10 Oktober atau 11 November. Para pegawai negeri sipil dan karyawan lainnya didorong untuk berbelanja di pasar dan warung lokal guna membantu masyarakat yang membutuhkan.
Hasil belanja tersebut kemudian disalurkan kepada warga yang kurang mampu, termasuk balita yang mengalami stunting dan korban bencana alam. Menurut Ipuk, langkah ini tidak hanya membantu ekonomi lokal, tetapi juga mengatasi isu-isu sosial yang ada di Banyuwangi.
Tidak hanya itu, mereka juga memberikan dukungan berupa perlengkapan bagi pengemudi ojek online. Hal ini menunjukkan kepedulian Pemkab Banyuwangi terhadap keselamatan pekerja di sektor informal.
Tim penilai juga berkesempatan untuk meninjau berbagai hotel dan restoran di Banyuwangi guna mengevaluasi implementasi sistem elektronik Pendapatan Asli Daerah (e-PAD). Sistem ini merupakan langkah maju dalam modernisasi perpajakan yang memungkinkan masyarakat terlibat secara aktif dalam pengawasannya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah, Samsudin, menjelaskan bahwa e-PAD bertujuan untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan pajak daerah. Tim penilai pun mengunjungi Sijakawangi, sistem informasi pajak daerah, dan Sipundiwangi, sistem undian sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang taat bayar pajak.
Sijakawangi dirancang untuk menjamin transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan pajak, sedangkan Sipundiwangi memberi kesempatan kepada wajib pajak untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik seperti motor atau perjalanan umroh. Kedua inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.
Usai melakukan penilaian, tim memberikan apresiasi atas kinerja Pemkab Banyuwangi. Mereka mengungkapkan bahwa semua inovasi yang diterapkan sudah terbukti memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu penilai, Titin Rosmasari, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh stakeholder dalam pelaksanaan inovasi. Hal ini menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan dampak sosial yang positif di masyarakat.
Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa Kabupaten Banyuwangi telah consecutively meraih predikat sebagai Kabupaten Terinovatif dalam ajang Indonesia Government Award sejak tahun 2018. Ini membuktikan konsistensi dan komitmen daerah dalam memajukan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Kendati demikian, Bupati Ipuk menekankan bahwa inovasi bukanlah tujuan akhir, melainkan merupakan proses berkelanjutan yang harus dilanjutkan untuk mencapai kemajuan yang lebih signifikan. Ke depan, Banyuwangi akan terus berupaya menghadirkan inovasi yang lebih bermanfaat bagi warganya.
Melihat keberhasilan ini, ada harapan besar bahwa Banyuwangi bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam melaksanakan inovasi. Tidak hanya dalam kinerja pemerintah, tetapi juga dalam memberdayakan masyarakat dan menjaga keberlanjutan ekonomi lokal.
Kepedulian dan komitmen Pemkab Banyuwangi untuk berinovasi juga diharapkan membawa perubahan yang positif di berbagai sektor lainnya. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, diharapkan setiap inovasi yang dilaksanakan benar-benar dapat dirasakan dampaknya.
Secara keseluruhan, Banyuwangi menunjukkan bahwa inovasi dalam pemerintahan dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Hal ini menjadi penting dalam menciptakan pemerintah yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan warganya.
Ke depan, dengan tekad dan kerja keras, Banyuwangi tentu akan menghadapi tantangan-tantangan baru yang akan datang. Namun, pengalaman dan dedikasi yang telah ditunjukkan dalam kompetisi IGA 2025 ini menjadi modal berharga untuk menghadapi masa depan.


