www.portalkabar.id – Penujukan lima budaya khas dari Kabupaten Gresik sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjadi momen bersejarah. Ini bukan hanya tentang pengakuan, tetapi juga usaha kolektif yang menunjukkan ingatan budaya masyarakat Gresik yang kaya.
Pencak Macan, Pasar Bandeng, Malam Selawe, Kupat Keteg, dan Rebo Wekasan Suci menjadi simbol dari identitas dan keunikan daerah. Proses penetapan ini melibatkan berbagai pihak dan mencerminkan betapa pentingnya pelestarian warisan lokal.
Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga menunjukkan komitmen yang tinggi melalui verifikasi dokumen dan kajian mendalam. Upaya ini memastikan bahwa warisan yang diakui bukan hanya sekadar tradisi, melainkan bagian vital dari sejarah dan jati diri masyarakat.
Perspektif Baru tentang Budaya Gresik
Kepala Dinas Pariwisata, drg. Saifudin Ghozali, menegaskan arti penting dari pengakuan ini. Menurutnya, lima unsur budaya yang terpilih membawa makna mendalam tentang pandangan dan nilai-nilai masyarakat Gresik.
Pengakuan sebagai WBTB tidak hanya membanggakan, tetapi juga memberikan dorongan untuk mendalami sejarah setiap tradisi. Hal ini menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga kekayaan budaya yang ada agar tetap hidup sepanjang zaman.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan lebih banyak aksi pelestarian yang melibatkan masyarakat secara aktif. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan setiap aspek budaya ini dapat dilestarikan dari generasi ke generasi.
Detail tentang Lima Budaya yang Ditetapkan
Kupat Keteg merupakan makanan khas terpercaya di Desa Giri, yang terbuat dari ketan. Pengolahannya yang unik menggunakan air keteg memberikan rasa yang khas, menjadikan makanan ini istimewa saat bulan Ramadan.
Malam Selawe, dilakukan setiap malam ke-25 Ramadan, merupakan tradisi religius yang sarat makna. Di sinilah warga Giri berkumpul untuk berdoa di Makam Sunan Giri, yang merupakan simbol dari persatuan dan harapan akan keselamatan.
Pasar Bandeng menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari kebudayaan lokal, berlangsung dari era Majapahit hingga sekarang. Setiap akhir Ramadan, kegiatan jual beli ikan bandeng kawak memberikan nuansa khas menyambut Lebaran, menunjukkan kekuatan ekonomi lokal.
Makna di Balik Setiap Tradisi Budaya
Rebo Wekasan Suci diadakan untuk memperingati rasa syukur terhadap sumber air baru yang ditemukan. Tradisi ini mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga lingkungan dan terhubung dengan sejarah komunitas setempat.
Pencak Macan adalah seni pertunjukan yang lebih dari sekadar hiburan. Ini menggambarkan perjuangan melawan hawa nafsu dan sifat buruk, dan menjadikannya pengalaman mendidik bagi generasi muda.
Dengan penetapan lima budaya ini, Gresik semakin dikenal bukan hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai pusat kekayaan budaya. Dalam setiap tradisi, terkandung pelajaran yang dapat menjadi inspirasi bagi berbagai kalangan, baik lokal maupun nasional.


