www.portalkabar.id – Pada Sabtu, 4 Oktober 2025, terjadi insiden yang melibatkan Kereta Api Commuter Line Penataran di Jalan Perlintasan Langsung No. 39 KM 53+0/1. Peristiwa ini melibatkan sepeda motor yang tertabrak di perlintasan sebidang tanpa palang pintu antara Stasiun Mojokerto dan Stasiun Tarik.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menjelaskan bahwa rangkaian dan lokomotif kereta dalam kondisi aman setelah insiden tersebut. Meskipun kejadian ini menyebabkan perjalanan kereta sedikit terlambat, perjalanan kereta lainnya tetap berjalan lancar dan tidak terganggu.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 14.25 WIB, dan informasi yang diperoleh menyatakan bahwa pengendara sepeda motor dinyatakan selamat. Insiden ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan saat melintasi perlintasan rel kereta api yang tidak terjaga.
Keselamatan di Perlintasan Kereta Api: Kewaspadaan yang Diperlukan
Luqman menyampaikan keprihatinan terhadap insiden ini dan mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta. Ia menekankan bahwa keselamatan saat berkendara adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kehatian-hatian dari semua pihak.
Masyarakat diimbau untuk selalu meluangkan waktu sejenak sebelum melintas, melihat ke kiri dan kanan, dan memastikan tidak ada kereta yang akan melintas. Kegiatan ini menjadi penting agar tidak terjadi kecelakaan yang dapat merugikan semua pihak.
Pihak KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keamanan perjalanan kereta api. Selain itu, mereka juga berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api.
Detail Insiden: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Kapolsek Mojoanyar, Iptu Rizal Arisman, membenarkan adanya kecelakaan ini serta menjelaskan kronologis kejadian. Insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB dan melibatkan sepeda motor jenis Honda Vario yang dikendarai oleh dua perempuan.
Sebelum terjadinya kecelakaan, pengendara sepeda motor sudah berhenti untuk menunggu kereta lain, yaitu KA Jayakarta, yang melintas dari arah timur. Namun, setelah kereta tersebut lewat, mesin sepeda motor tiba-tiba mati di tengah rel.
Saat itu, KA Penataran datang dari arah barat menuju timur. Pengendara panik dan tidak dapat mengevakuasi motornya, sehingga mereka hanya bisa menyelamatkan diri. Insiden ini menjadi contoh nyata betapa pentingnya memastikan kendaraan dalam keadaan baik sebelum melintasi rel kereta api.
Akibat dan Tindakan Lanjutan Pasca Insiden
Sepeda motor yang tertabrak oleh kereta api terseret sejauh 50 meter, sementara pengendara berhasil menyelamatkan diri. Dari hasil pemeriksaan, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp6 juta akibat kerusakan kendaraan.
Komunikasi antara pihak kepolisian dan KAI menjadi penting untuk mencegah insiden serupa yang dapat merugikan pengguna jalan. Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap kondisi perlintasan kereta api, terutama yang tidak memiliki penjagaan atau palang pintu.
Pemeriksan jalur kereta dilakukan oleh petugas, yang menyatakan bahwa setelah kejadian tersebut, jalur Mojokerto-Tarik kembali dinyatakan aman untuk dilalui. Proses ini menunjukkan komitmen KAI dalam menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta.


